| tentang |
|
petunjuk |
|
depan |
Artikel_1
Argo Untuk Menginformasikan Keadaan Lautan dan Iklim
Lamona Irmudyawati Bernawis
Pelajar S3, Laboratory of Physics and Environmental Modelling
Tokyo University of Marine Science and Technology
Sejarah singkat
Bermula sebagai bagian dari World Ocean Circulation Experiment (WOCE) 1990-1997, Russ Davis dari Scripps University
of Oceanography dan Doug Webb dari Webb Research Corporation membangun Autonomous Lagrangian Circulation Explorer
(ALACE) untuk mengambil data arus laut di kedalaman 1000m pada seluruh lautan. ALACE ini dipasang pada pengapung
(float), yang diatur akan naik ke permukaan laut dalam selang yang teratur agar posisinya dapat diperbaiki melalui
satelit. Kemudian disadari bahwa dalam proses naik ke permukaan ini ia juga dapat mengukur suhu dan salinitas.
Pada akhir proyek WOCE, hampir semua ALACE dipasangi sensor suhu dan salinitas. Karenanya berubah menjadi Profiling
ALACE (PALACE).
Kemudian pada 1998 Dean Roemmich dari Scripps dan Ray Schmitt dari Woods Hole Oceanographic Institution mendokumentasi-
kan potensi penggunaan profiling float untuk memonitor lautan.
Pada awal 1998, GODAE (Global Ocean Data Assimilation Experiment) mengeluarkan konsep mengenai profiling float yang ber-
array global. CLIVAR (Climate Variability and predictability) juga memberikan prioritas tinggi mengenai hal ini. Sebuah
tim keilmuan kemudian berkumpul dipimpin oleh Dean Roemmich dan menyiapkan dua buah dokumen mengenai Argo. Kemudian
lahirlah proyek Argo.
Float pertama ditanam pada tahun 2000. Cara kerjanya sebagai berikut:
1. float bergerak turun ke kedalaman tujuan (1500m dan atau 2000m) dengan kecepatan ~10cm/dt,
2. melayang horizontal sambil mengambil data pada kedalaman tujuan,
3. kemudian bergerak naik sambil mengambil data suhu dan salinitas,
4. lalu mengapung di permukaan mengirimkan data kepada satelit selama 6-12 jam.
Satu siklus ini memakan waktu 10 hari, menghasilkan satu profil data.
Bisa dikatakan data ARGO ini memiliki keunggulan dalam beberapa hal dibanding pengamatan melalui CTD (Conductivity-
Temperature-Depth) profiler atau XBT-XCTD(Expendable Bathy Thermograph-CTD) yang diturunkan secara konvensional dari
kapal. Dari segi cakupan wilayahnya, ia lebih tersebar merata pada seluruh lautan, tidak bergantung pada jalur pelayaran.
Bias musiman pada data bisa dikurangi karena data diambil sepanjang tahun. Jaringan manajemen data yang efisien
sehingga menyediakan data bebas yang terkontrol secara otomatis selama 24 jam, dan kerjasama multinasional untuk
menanam, memantau dan menganalisis float dan data.
Sampai dengan pertengahan 2007, ditargetkan untuk mencakup lautan global dengan menanam 3000 float. Pada akhir tahun
2006 mestinya sudah dicapai kepadatan 30x30 (lintang-bujur). Bisa dikatakan Amerika Serikat menanam separuh dari
keseluruhan, sedangkan sisanya merupakan kontribusi dari 23 negara yang berbeda. Beberapa negara lain, termasuk
Indonesia membantu proses penanamannya dengan menggunakan kapal riset kecil, kapal kontainer besar hingga pesawat udara.
Indonesia sendiri menggunakan armada kapal riset Baruna Jaya yang dikelola oleh BPPT, P2OLIPI dan Angkatan Laut.
Pengguna
Sekarang, siapa dan bagaimana memakai datanya ? Berbagai pusat cuaca dan iklim menggunakan datanya untuk memahami
bagaimana lautan mempengaruhi iklim. Ketika sebuah float mengambang ke permukaan, data ditransmisikan ke satelit dan
posisinya ditentukan. Perkembangan informasi dari array float ini dipantau oleh Argo Information Center di Toulouse,
Prancis. Kemudian informasi ini diterima oleh national data center, Amerika. Disini diteliti dengan cermat, dimana
data yg error ditandai dan atau dikoreksi, kemudian diteruskan ke dua GDAC (Global Data Assembly Centers). Siapapun
yang berminat menggunakan dapat memperoleh datanya secara gratis dari dua server ini, yakni dari Brest, Prancis
(Coriolis) dan Monterey, Amerika Serikat (USGODAE). Disinilah tahap pertama data tersedia secara umum. Kebanyakan
pengguna memperolehnya melalui internet, walaupun permintaan melalui keping cakram padat juga dilayani melalui NODC
(National Oceanographic Data Center, Amerika Serikat). Kedua GDAC saling menyesuaikan data mereka untuk meyakinkan
konsistensi ketersediaan data pada keduanya. Kemudian data mencapai pusat analisis operasional lautan dan iklim
melalui GTS (Global telecommunications System). Target utamanya adalah bagaimana agar real-time data dapat
tersedia dalam 24 jam setelah ditransmisikan dari float.
Perbedaannya dengan data CTD biasa
Perbedaan mendasar data suhu, salinitas dan tekanan dari Argo dengan yang diperoleh dari CTD sensor yg diturunkan
dari kapal adalah selang kedalaman titik pengamatan dan distribusi stasiun pengamatan. CTD sensor biasa dioperasikan
untuk mengambil data pada setiap bertambahnya kedalaman 1 atau 2m, sehingga dapat digambarkan distribusi tegak dari
beberapa properti air laut (mis. Suhu, salinitas, densitas) secara halus. Pada data Argo, urutannya lebih kasar,
antara selang 100m, 50m, 30m, 20m, 10m, dan 5m dalam satu kali proses naik ke permukaan (tabel 2). Karenanya untuk
menggambar penampang tegak dari properti dibutuhkan interpolasi data agar memperoleh data yang lebih halus. Beberapa
teknik interpolasi yang umum seperti linier, cubic spline dapat digunakan. Namun demikian interpolasi Akima lebih
disarankan, karena menghasilkan kurva yang lebih mulus tepat melalui data awal yang tersedia, sehingga lebih cocok
untuk keperluan mengeplot data. Jika anda seorang pengguna bahasa pemrograman matlab, rutin untuk interpolasi ini
dapat diunduh bebas dari matlab usergroup.
Kemudian, satu profil data CTD seringkali dituliskan dalam satu file saja untuk setiap stasiun pengamatan, sementara
data Argo bisa jadi dituliskan lebih dari satu, bahkan puluhan-ratusan profil dalam satu file (bandingkan tabel 1
dan 2). Selain itu, jika CTD data hampir selalu dari sejumlah titik stasiun pengamatan yg berbentuk garis (mengikuti
jalur pelayaran kapal), maka data Argo tersebar secara lebih acak (gambar 1).
Gbr.1. Sebaran lokasi float Argo (segi empat merah) di Lautan pasifik bulan Desember 2005.
Karena urutan posisi stasiun pengamatan mengikuti jalur pelayaran pada data CTD, dengan mudah bisa digambarkan
berbagai distribusi properti air laut menegak (berdasar kedalaman) dan menyamping (berdasar lintang bujur) mengikuti
garis tersebut. Pada data Argo, jika anda berniat mengolah untuk keperluan ruang skala kecil, maka tinggal menentukan
satu atau beberapa titik koordinat float mana yang diinginkan. Tetapi jika untuk keperluan ruang skala lebih besar,
mis. untuk seluruh lautan Pasifik, maka butuh penanganan lebih lanjut dengan memasukkan titik-titik koordinat float ini
dalam grid berdasar lintang bujur.
Berikut contoh data mentah Argo (tabel 2) dengan data mentah CTD sensor yang diturunkan secara manual dari kapal riset
(tabel 1). Bandingkan interval kedalaman (sebanding tekanan) titik pengamatan antara keduanya. Sengaja dipilih dari
data yang bebas unduh untuk menghormati hak publikasi data.
Table 1
** Data CTD dari posisi stasiun dan waktu yang tercantum pada kepala data, dari kapal riset Thomas Thompson (USA).
Diunduh dari layanan data WOCE.
CTD 20020104WHPOSIOKJU
#Software Version: CTD_Exchange_Encode_v1.0g (Diggs)
#SUMFILE_NAME: p10su.txt
#SUMFILE_MOD_DATE: Fri Jan 4 12:44:24 2002
#CTDFILE_NAME: TN26D001.WCT
#CTDFILE_MOD_DATE: Fri Jan 4 12:44:24 2002
#DEPTH_TYPE : COR
#EVENT_CODE : BE
NUMBER_HEADERS = 10
EXPOCODE = 3250TN026_1
SECT = P10
STNNBR = 1
CASTNO = 1
DATE = 19931012
TIME = 1339
LATITUDE = -4.0145
LONGITUDE = 144.8105
DEPTH = 217
CTDPRS CTDPRS_FLAG_W CTDTMP CTDTMP_FLAG_W CTDSAL CTDSAL_FLAG_W CTDOXY CTDOXY_FLAG_W
DBAR ITS-90 PSS-78 UMOL/KG
1 2 27.935 2 34.5196 2 218.9 2
3 2 28.1187 2 34.5122 2 218.1 2
5 2 28.1324 2 34.5113 2 217.7 2
7 2 28.1352 2 34.511 2 217.7 2
9 2 28.1313 2 34.5104 2 217.8 2
11 2 28.0169 2 34.5034 2 218.3 2
13 2 27.8549 2 34.5253 2 219 2
15 2 27.7899 2 34.5322 2 218.6 2
17 2 27.6807 2 34.5398 2 217.7 2
19 2 27.5957 2 34.551 2 215.7 2
21 2 27.5413 2 34.5567 2 215.9 2
23 2 27.5081 2 34.563 2 215.6 2
25 2 27.481 2 34.5688 2 214.3 2
27 2 27.4122 2 34.5821 2 212.2 2
29 2 27.3586 2 34.5925 2 213.5 2
31 2 27.3522 2 34.5941 2 212 2
33 2 27.3512 2 34.594 2 212.1 2
35 2 27.3297 2 34.5963 2 208.9 2
37 2 27.2674 2 34.6046 2 208.4 2
39 2 27.2086 2 34.6135 2 207.8 2
41 2 27.1143 2 34.6278 2 206.7 2
43 2 27.0656 2 34.6345 2 206.5 2
45 2 27.0625 2 34.6346 2 200.4 2
47 2 27.0558 2 34.6355 2 203 2
49 2 26.9995 2 34.6435 2 205.2 2
51 2 26.8839 2 34.6599 2 207.4 2
53 2 26.7557 2 34.6719 2 209.1 2
55 2 26.6049 2 34.6923 2 209.1 2
57 2 26.5666 2 34.6962 2 208.4 2
59 2 26.5567 2 34.697 2 207.3 2
61 2 26.553 2 34.6971 2 206.3 2
63 2 26.5533 2 34.6974 2 207.5 2
65 2 26.4873 2 34.7075 2 207 2
67 2 26.4068 2 34.7161 2 207.1 2
69 2 26.304 2 34.734 2 205 2
71 2 26.2881 2 34.7385 2 204.2 2
73 2 26.284 2 34.7394 2 203.2 2
75 2 26.2623 2 34.7408 2 203.6 2
77 2 26.1687 2 34.7512 2 202 2
79 2 26.0862 2 34.7603 2 201.4 2
81 2 26.05 2 34.7665 2 203.2 2
83 2 26.0105 2 34.7723 2 200.1 2
85 2 25.9077 2 34.788 2 201.6 2
87 2 25.8339 2 34.8026 2 197.7 2
89 2 25.7995 2 34.8109 2 196.1 2
91 2 25.757 2 34.8256 2 194.8 2
93 2 25.7447 2 34.8342 2 191.7 2
95 2 25.5141 2 34.8794 2 191.6 2
97 2 25.2783 2 34.9168 2 189.2 2
99 2 25.1162 2 34.9415 2 187.1 2
Tabel 2.
Data Argo dari posisi float dan waktu yang tercantum pada kepala data, diunduh dari DAC Coriolis.
*FI35200798645 CO_1900616_20070713_105043 XXXX UNKNOWN
25/06/2007 05/07/2007 ATLANTIC OCEAN
35 IFREMER
UNKNOWN Project=
Regional Archiving= FI Availability=P
Data Type=H13 n= 2 QC=Y
COMMENT
WMO PLATFORM CODE : 1900616
PLATFORM NAME : APEX Profiling Float
*FI3520079864500009 Data Type=H13
*DATE=25062007 TIME=0514 LAT=N44 41.04 LON=W003 53.04 DEPTH= QC=1119
*NB PARAMETERS=03 RECORD LINES=00073
*PRES SEA PRESSURE sea surface=0 (decibar=10000 pascals) def.=-99.9
*TEMP SEA TEMPERATURE (Celsius degree) def.=99.999
*PSAL PRACTICAL SALINITY (P.S.U.) def.=99.999
*GLOBAL PROFILE QUALITY FLAG=1 GLOBAL PARAMETERS QC FLAGS=111
*DC HISTORY=846 Profiling Float, APEX, SBE conductivity sensor
*60 Profiling Float, Argos communications,sampling on up transit
*DM HISTORY=Coriolis station id : 4499507
*Station number : 00009
*COMMENT
*
*SURFACE SAMPLES=
*
*PRES TEMP PSAL
4.6 17.880 35.316 111
9.6 17.879 35.316 111
14.6 17.576 35.336 111
19.5 17.536 35.344 111
24.8 17.091 35.480 111
29.6 16.788 35.584 111
34.4 15.925 35.584 111
39.6 15.498 35.614 111
44.3 15.445 35.615 111
49.5 15.186 35.625 111
54.3 14.782 35.607 111
59.2 14.615 35.594 111
64.3 14.291 35.588 111
69.5 13.872 35.616 111
74.6 13.652 35.630 111
79.7 13.442 35.642 111
84.3 13.116 35.663 111
89.5 12.913 35.673 111
94.4 12.818 35.677 111
99.2 12.753 35.679 111
109.2 12.684 35.681 111
119.5 12.626 35.682 111
128.9 12.599 35.681 111
139.2 12.544 35.680 111
149.1 12.493 35.679 111
159.0 12.454 35.678 111
169.2 12.415 35.677 111
179.1 12.375 35.675 111
189.4 12.298 35.672 111
199.6 12.235 35.669 111
209.1 12.143 35.663 111
219.5 12.071 35.659 111
229.3 11.993 35.655 111
239.5 11.900 35.650 111
249.2 11.847 35.647 111
259.5 11.780 35.644 111
269.3 11.737 35.641 111
279.1 11.696 35.638 111
289.2 11.645 35.635 111
299.1 11.626 35.633 111
309.4 11.587 35.630 111
318.9 11.572 35.628 111
329.1 11.553 35.627 111
339.2 11.515 35.624 111
349.4 11.494 35.622 111
359.5 11.463 35.619 111
369.3 11.434 35.618 111
379.2 11.428 35.617 111
389.5 11.406 35.616 111
399.4 -0.128 35.614 144
459.2 11.171 35.605 111
469.4 11.133 35.604 111
479.1 11.094 35.604 111
489.1 11.078 35.605 111
499.3 11.054 35.606 111
509.1 11.026 35.603 111
519.2 11.001 35.607 111
529.3 10.978 35.608 111
538.8 10.947 35.609 111
549.0 10.897 35.612 111
559.3 10.868 35.616 111
569.5 10.826 35.620 111
579.0 10.797 35.624 111
589.3 10.781 35.626 111
598.9 10.758 35.629 111
609.2 10.732 35.632 111
619.1 10.715 35.635 111
629.1 10.697 35.638 111
639.3 10.669 35.644 111
648.7 10.619 35.657 111
659.1 10.580 35.670 111
669.0 10.551 35.679 111
675.3 10.542 35.683 111
-99.9 99.999 99.999 999
*FI3520079864500019 Data Type=H13
*DATE=05072007 TIME=0318 LAT=N44 48.84 LON=W003 29.70 DEPTH= QC=1119
*NB PARAMETERS=03 RECORD LINES=00077
*PRES SEA PRESSURE sea surface=0 (decibar=10000 pascals) def.=-999.9
*TEMP SEA TEMPERATURE (Celsius degree) def.=99.999
*PSAL PRACTICAL SALINITY (P.S.U.) def.=99.999
*GLOBAL PROFILE QUALITY FLAG=1 GLOBAL PARAMETERS QC FLAGS=111
*DC HISTORY=846 Profiling Float, APEX, SBE conductivity sensor
*60 Profiling Float, Argos communications,sampling on up transit
*DM HISTORY=Coriolis station id : 4535114
*Station number : 00019
*COMMENT
*
*SURFACE SAMPLES=
*
*PRES TEMP PSAL
4.2 18.117 35.328 111
9.3 18.116 35.328 111
14.7 18.117 35.328 111
19.4 18.118 35.327 111
24.6 18.115 35.322 111
29.9 16.908 35.367 111
34.6 15.790 35.493 111
39.3 15.452 35.569 111
44.2 15.008 35.597 111
49.3 14.636 35.613 111
54.0 14.202 35.638 111
59.2 13.776 35.661 111
63.9 13.529 35.671 111
>>dipotong disini
Karena urutan posisi stasiun pengamatan mengikuti jalur pelayaran pada data CTD, dengan mudah bisa digambarkan
berbagai distribusi properti air laut menegak (berdasar kedalaman) dan menyamping (berdasar lintang bujur)
mengikuti garis tersebut. Pada data Argo, jika anda berniat mengolah untuk keperluan ruang skala kecil, maka
tinggal menentukan satu atau beberapa titik koordinat float mana yang diinginkan. Tetapi jika untuk keperluan
ruang skala lebih besar, mis. Untuk seluruh lautan Pasifik, maka butuh penanganan lebih lanjut dengan memasukkan
titik-titik koordinat float ini dalam grid berdasar lintang bujur.
Pemanfaatan
Karena beberapa hal di atas, penanganan awal untuk data Argo seringkali jadi lebih runyam dibanding data CTD.
Katakanlah jika Anda bekerja dengan matlab atau fortran, harus membuat skrip lagi untuk menyederhanakan bentuk
file-nya sehingga memudahkan proses penghitung-olahan data ini. Untuk adik-adik mahasiswa S1 yang (mungkin) masih
terbiasa menggunakan perangkat lunak Ocean Data View, tidak disarankan untuk mengubah format data Argo ke
format ODV secara manual, karena sangat menyita waktu.
Namun demikian, karena beberapa keunggulan yang telah disebutkan sebelumnya, data Argo juga sangat berharga untuk
dimanfaatkan. Untuk kepentingan ilmiah, ratusan temuan dalam makalah di berbagai jurnal internasional telah
dihasilkan dari ilmuwan yang menggunakan data Argo. Bahasannya juga sangat variatif, mulai dari skala ruang kecil
yg hanya menggunakan data Argo dari satu float seperti yang dilakukan Iwasaka et al, 2006, sampai dengan skala
ruang yang sangat besar, memetakan keadaan lautan dan pengaruhnya terhadap iklim secara regional maupun global
yang menggunakan ~100.000 profil data Argo dari seluruh penjuru lautan seperti yang dilakukan Johnson, 2006.
Karena sifatnya yang global dan dapat diakses siapa saja, juga memudahkan untuk kepentingan pendidikan. Di daerah
kepulauan Pasifik telah bermula sebuah proyek yang menggunakan Argo untuk mengenalkan secara dini dan sederhana
bagi siswa sekolah dasar dan menengah mengenai bagaimana lautan, cuaca dan iklim saling berinteraksi.
Untuk kepentingan operasional, data Argo telah dimanfaatkan beberapa negara maju untuk perkiraaan lautan, iklim
dan lingkungan, termasuk untuk sistem peringatan dini terhadap perubahannya.
*disarikan dari berbagai situs resmi Argo dan pengalaman pribadi.
Daftar bacaan
Iwasaka, Naoto. F. Kobayashi. Y. Kinoshita. Y. Ohno. Seasonal Variations of the Upper Ocean in the Western North
Pacific Observed by an Argo float. Journal of Oceanography, vol. 62, pp.481-492. 2006.
Johnson, Gregory C. Upper Ocean Thermohaline Structure and Evolution. USClivar workshop presentation, May 2006.
Russ E. Davis, Walter Zenk. Subsurface Lagrangian Observations during the 1990s. Academic Press, International
Geophysics Series, vol. 77. pp. 123-139.
