| tentang |
|
petunjuk |
|
depan |
-Wilayah D, perairan sekitar Kalimantan Timur dan Sulawesi
D, Selat Makassar Kalimantan Pantai Timur
Dari perpustakaan Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT:
1. Laporan penelitian Oseanografi ARLINDO MIXING f94 26 Januari-28 February 1994. 1994.
Tim survei LIPI-BPPT.
2. Laporan praktek kerja lapangan pelayaran kal. Baruna Jaya I dalam rangka Program JADE-95
(Java-Australia Dynamic Experiment) dan Program Arlindo 95 (ARLINDO Phase II Shallow Pressure Gauge)
7 November-18 Desember 1995. 1995. Winadi. Fakultas Teknologi Laut, Prog. Studi Oseanologi
Universitas Hang Tuah. Surabaya.
3. Laporan Kapal Riset Baruna Jaya I, Aceh 1995 (13 Juli-1 Agustus 1995), JAMSTEC 1995 (19-25 September 1995),
JADE 1995 (7 November?18 November 1995). ARLINDO 1995 (7 November ?8 November 1995).
1996. Jakarta.
4. Laporan penelitian kal. Baruna Jaya I ARLINDO Mixing (Arus Lintas Indonesia) Agustus-September 1993. 1993.
Tim survei BPPT-LIPI.
5. Arlindo mixing Am93-Am94 CTD and Hydrographic data. Technical report:LDEO-96-6. 1993/1994.
Lamont Doherty Earth Observatory of Columbia University. Jakarta.
6. Arlindo mixing Am93-Am94 CTD and Hydrographic data. Technical report:LDEO-96-6. 1993/1994.
Lamont Doherty Earth Observatory of Columbia University. Jakarta.
7. Laporan survei batimetri untuk daerah Sulawesi Selatan (2 buku). 1993. Amonaris. Hidro-oseanografi TNI-AL.
8. Laporan pelayaran ekspedisi Toraja 1 di zona transisi kawasan IBB-IBT 27 Juni?17 Juli 1991. 1991.
Peserta ekspedisi Toraja 1. PPGL-BPPT. Jakarta.
9. Laporan ilmiah pendahuluan ekspedisi RUT-95 Mei-Juni 1995 di kawasan cekungan Spermonde, lepas pantai
Sulawesi Selatan. 1995. Hardi Prasetyo. S. Wirasantosa. PPGL-BPPT-LIPI-Dishidros TNI-AL.
10. Laporan kerja praktek ekspedisi Gorontalo dan Hasaram. 1993. Djoko Hartoyo. Andi W. Fauzi. Ellya Magdalena.
Martha Relitha. BPPT. Gorontalo.
11. Laporan Pelayaran ARLINDO f99 KAL. Baruna Jaya IV. 1999. UPT BJ BPPT. Jakarta.
12. Laporan pelayaran ARLINDO dan program verifikasi model Tumpahan Minyak di Selat Makassar dengan
K/R Baruna Jaya IV. 1996. Fadli S. Handoko M. Muhammad. Djoko Hartoyo et al. DTISDA-Deputi BPKA-BPPT.
13. Laporan pelayaran operasi Arlindo 99 KAL. Baruna Jaya IV. 1998. Makmur S. BPPT. Jakarta.
14. Laporan pelayaran operasi Arlindo plus-97 KAL. Baruna Jaya IV. 1997. BPPT. Jakarta.
15. Laporan Akhir pengolahan dan analisis data-data survei kelautan Teluk Bone. Hasil ekspedisi
kapal riset Baruna Jaya III. BPPT 1 Des-20Des 1990. 2000. Sekolah Tinggi Perikanan. BPPT. Jakarta.
16. Laporan pelayaran penelitian geologi dan geofisika Kelautan teluk Bone, Sulawesi. 1990.
K. Hardjawijaksana et al. PPGL-GJGSDM-DPE. Bandung.
17. Studi pola penyebaran tumapahan minyak di Selat Makassar. Lab. GM ITB. 1996. BPPT-ITB. Jakarta.
18. Laporan pelayaran Arlindo '99 KAL Baruna Jaya IV. 1999. BPPT. Jakarta.
19. Laporan pendahuluan penyelidikan Geologi dan Geofisika kelautan Teluk Gorontalo, Sulawesi Utara
kawasan Indonesia Timur. 1993. Tim Gorontalo f93. PPGL-BPPT. Bandung.
20. Laporan ekspedisi ilmiah Tahun Bahari Internasional KAL Baruna Jaya IV etape I Jakarta-Sabang-Padang-
Cilacap-Lembar-Bitung 10 Agustus-26 September 1998. 1998. Tim ekspedisi BPPT. 1998. Jakarta.
21. Laporan pelayaran oseanografi no. 20. Arlindo Circulation 1998 (12 Feb-7 Mar 1998). 1998.
Tim survei BPPT. Jakarta.
22. Laporan survei DMRM -98. Operasi survei ALKI dan ZEE di Selat Makassar dan Lombok, Laut Banda dan Maluku,
Samudra Hindia dan Pasifik. 1998. Tim counterpart KAL BJ III. BPPT. Jakarta.
23. Laporan penelitian geologi dan geofika Laut Sulawesi dengan K/R Sonne. 1995. Yusuf.
S. R. Trimanadi. BPPT. Jakarta.
Dari perpustakaan Ilmu-Teknologi Kelautan IPB, skripsi:
24. Pengaruh Faktor Fisika Oseanografi Terhadap Pola Perambatan Suara (Ray Path) di Selat Makassar.
Diana Liman Saridewi. 1993.
25. Studi Sebaran Mendatar Menegak Suhu, Salinitas Zat Hara di Perairan Selat Makassar Pada Bulan Februari-Maret
1993. Nur Setiawan Yudha. 1993.
26. Kondisi Oseanografi Perairan Selat Makassar Pada Juli 1991 ( Musim Timur ). Kus Prisetiahadi. 1994.
27. Karakteristik Massa Air Arlindo di Perairan Timur Indonesia Pada Musim Timur . Issuhersatyo. 1996.
D,E,F,G,H.
28. Studi Kedalaman Dinamik di Laut Flores (Desember 1991 dan Juni 1992) dan Laut Sulawesi (Agustus 2001).
Lucky A Nugraha.
29. Studi Karakteristik Massa Air Asal Samudera Pasifik di Perairan Timur Indonesia Pada Bulan November-Desember
1996. Surya Kusbiandany. 2000. D,E,F,G.
30. Fluktuasi Periode Panjang dari Arus di Perairan Cilacap dan Selat Makassar serta Paras Laut di
Selat Lombok pada Tahun 1997. Dahlia Prihatini. 2004. C,D,E.
31. Studi Tentang Pengaruh Suhu Permukaan Dan Arah Arus Pada Penangkapan Ikan Terbang ( Cypsilurus spp.)
Dengan Jaring Insang Hanyut di Perairan Taliabu Barat,@Maluku Utara. Bambang Wijanarko. 1994.D, F.
D1, Kalimantan Pantai Timur
Dari perpustakaan P2O LIPI:
32. Perairan Sulawesi dan sekitarnya. Biologi, Lingkungan dan Oseanografi. P2OLIPI Jakarta 2002.
Cakupan oseanorafinya:
- Distribusi fosfat dan nitrat di perairan Kalimantan Timur. Muswerry Muchtar...hal. 187.
- Hubungan pasir pantai dengan pengembangan wisata bahari di pulau-pulau sebelah Selatan
perairan Kalimantan Selatan. Helfinalis...hal.197.
33. Atlas ekosistem. Pesisir Tanah Grogot, Kalimantan Timur. Editor: Johny Banjarnahor, Suyarso. P3OLIPI.
Jakarta 2000. Cakupan oseanografinya:
- Kondisi oseanografi perairan Tanah Grogot, Kalimantan Timur. Johny Banjarnahor...hal.12.
- Sebaran klorofil-a dan seston di perairan Tanah Grogot, Kalimantan Timur. Sutomo...hal.32.
D2, Kalimantan Pantai Timur
Dari perpustakaan Ilmu-Teknologi Kelautan IPB, skripsi:
34. Struktur Komunitas Plankton Serta Hubungannya dengan Parameter Fisika Kimia di Perairan Muara Sungai
Randangan, Kecamatan Marissa, Propinsi Gorontalo. Yovi. 2003.
D3,4&5 Sulawesi Pantai Timur, Tenggara dan Selatan
Dari perpustakaan Ilmu-Teknologi Kelautan IPB, skripsi:
35. Analisis Penangkapan Cakalang (katsuwonus pelamis,L) Dengan Pole and Line di Perairan Teluk Bone Dalam
Hubungannya Dengan Kondisi Oseonografi Fisika. Amiruddin. 1993.
36. Distribusi Suhu, Salinitas dan Oksigen Terlarut di Perairan Teluk Bone, Februari 1995. Supriyatna. 1996.
37. Studi Parameter Fisika Kimia Pengairan dan Pengaruhnya Terhadap Fitoplankton di Perairan Teluk Bone,
Sulawesi Selatan . Ernawati. 1996.
38. Studi Sebaran Produktifitas Primer dan Beberapa Parameter Oseanografi Pada Tiga Tingkat Kedalam di
Perairan Teluk Bone. Sahat Hermawan Naibaho. 1996.
39. Kondisi Oseanografi Perairan Teluk Bone Pada Bulan Februari 1995 (Musim Barat) . Josaphat Januar C.P.R. 1998.
40. Hubungan Antara Produktivitas Primer dengan Zat Hara (Fosfat, Nitrat, dan Silikat) di Teluk Bone Bulan
Februari 1995. Nur Dian Suari . 1999.
41. Kondisi Oseanografi Perairan Selat Tiworo Pada Bulan Juli-Agustus 2002. Rosmawati. 2004.
Dari jurnal internasional*:
42. The effect of the Indonesian Thoughflow on ocean circulation and heat exchange with the atmosphere:
A review. 1996. Godfrey, J.S. JGR vol.101, No.C5.p 12217-12237. AGU D,E.
43. Variation of Indonesian Throughflow and the El-Nino Southern Oscillation. 1995. Meyers, G. JGR.101,
no.C5.p 12,255-12,263. AGU.D,E.